Bagi Orang Tua Wajib Tahu "Kebiasaan Anak Jangan Disepelekan, Bisa Memicu Cacingan Untuk Memahami Hal Ini"
Hartono bersaudara (Budi Hartono dan Michael Hartono) merupakan dua tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia. Nama mereka sering dikaitkan dengan Grup Djarum dan Bank Central Asia (BCA). Namun, jejak bisnis keduanya tidak berhenti di sektor perbankan dan rokok. Salah satu kontribusi penting mereka di bidang industri teknologi nasional adalah melalui Polytron, perusahaan elektronik yang awalnya dikenal lewat produk televisi, lalu berkembang hingga menyentuh sektor transportasi dan gaya hidup modern, ibarat “keluar dari ruang tamu menuju jalan raya”.
Awal Mula dari Polytron Dan Industri Elektronik Nasional
Polytron berdiri sebagai bagian dari visi Hartono bersaudara untuk membangun industri manufaktur berbasis teknologi di dalam negeri. Pada masa awalnya, Polytron fokus memproduksi perangkat elektronik rumah tangga, terutama televisi. Di tengah dominasi produk impor, Polytron tampil sebagai simbol kebangkitan produk elektronik lokal dengan kualitas yang mampu bersaing. Strategi Hartono bersaudara saat itu menekankan meliputi :
Penguasaan teknologi secara bertahap,
Investasi besar pada fasilitas produksi dalam negeri,
Pembangunan merek nasional yang kuat.
Televisi Polytron menjadi pintu masuk utama untuk menanamkan kepercayaan konsumen Indonesia terhadap produk buatan lokal.
Diversifikasi Dan Adaptasi Zaman
Seiring perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, Polytron tidak bertahan hanya sebagai produsen TV. Di bawah ekosistem bisnis Hartono bersaudara, Polytron berkembang ke berbagai produk elektronik lain seperti audio, kulkas, mesin cuci, hingga perangkat rumah tangga pintar. Langkah ini menunjukkan karakter penting kepemimpinan Hartono bersaudara adaptif terhadap perubahan zaman namun konsisten pada kualitas dan efisiensi produksi
“Keluar ke Jalan Raya” Untuk Elektrifikasi dan Mobilitas
Makna “keluar jadi jalan raya” dapat dimaknai sebagai ekspansi Polytron dari produk statis di dalam rumah menuju sektor mobilitas dan transportasi. Ketika tren kendaraan listrik mulai berkembang di Indonesia, Polytron mengambil langkah strategis dengan memasuki pasar motor listrik. Keputusan ini bukan sekadar diversifikasi, tetapi refleksi visi jangka panjang Hartono bersaudara terhadap adanya :
Transisi energi bersih,
Kemandirian industri nasional,
Perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat urban.
Motor listrik Polytron menjadi simbol transformasi: dari televisi yang menemani keluarga di ruang tamu, kini hadir kendaraan yang digunakan di jalan raya, menyentuh langsung kehidupan sehari hari masyarakat.
Nilai Strategis Yang Bisa Dipelajari
Dari perjalanan Hartono bersaudara melalui Polytron, terdapat beberapa pelajaran penting seperti :
Visi jangka panjang lebih penting daripada keuntungan instan
Inovasi berkelanjutan merupakan kunci bertahan di era disrupsi,
Keberanian masuk ke sektor baru harus didukung oleh riset dan kesiapan industri,
Produk lokal bisa memimpin pasar jika didukung kualitas dan konsistensi.
Perjalanan karier Hartono bersaudara melalui Polytron menunjukkan bahwa transformasi bisnis bukan sekadar berpindah produk, melainkan memperluas peran dalam pembangunan nasional. Dari televisi yang menerangi ruang keluarga hingga kendaraan listrik yang melaju di jalan raya, Polytron mencerminkan evolusi visi Hartono bersaudara: membangun industri Indonesia yang relevan, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Komentar
Posting Komentar