Pesaing Negara Tiongkok Dengan Starlink Makin Memanas Dalam Rangka Lomba Teknologi Global "Untuk Persiapan 200 Ribu Satelit, Dengan Dominasi Starlink Di Orbit"

Gambar
  Dalam beberapa tahun terakhir, internet satelit telah menjadi salah satu arena persaingan teknologi global, utamanya antara SpaceX, perusahaan Amerika yang menciptakan Starlink, dan berbagai perusahaan serta program satelit Tiongkok yang didukung oleh pemerintah Beijing seperti : Starlink Untuk Menguasai Jalur Broadband di Orbit Rendah Starlink telah dikembangkan oleh SpaceX milik Elon Musk, telah meluncurkan puluhan ribu satelit ke low Earth orbit (LEO) untuk menyediakan layanan internet global. Jaringan ini kini menjadi salah satu jaringan internet satelit terbesar di dunia dan dipakai di banyak negara. Karena skalanya yang cepat berkembang, Starlink sering dikaitkan dengan risiko tabrakan di orbit oleh pesaingnya.  Tiongkok Menyiapkan Konstelasi Super Besar (Hingga 200 Ribu Satelit) Baru baru ini ada berapa perusahaan dan lembaga Tiongkok telah mengajukan rencana ke International Telecommunication Union (ITU) untuk menempatkan...

Mimpi Yang Akan Terwujud Oleh Presiden Indonesia Mengungkapkan Bahwa Siswa Dari Sekolah Rakyat Akan Di Kirim Keluar Negeri Atau Menembus Dunia"

 


Dalam sebuah mimpi tentang masa depan Indonesia, Presiden Republik Indonesia berdiri di hadapan rakyat dan menyampaikan sebuah visi besar untuk sekolah rakyat merupakan sekolah yang lahir dari semangat keadilan sosial, akan menjadi jembatan bagi anak-anak bangsa untuk belajar hingga ke luar negeri. Dalam mimpi itu oleh presiden mengatakan bahwa tidak boleh ada lagi anak Indonesia yang terhalang cita citanya hanya karena keterbatasan ekonomi. Sekolah Rakyat dibayangkan sebagai institusi pendidikan yang membuka pintu bagi siswa dari keluarga sederhana, desa terpencil, dan daerah tertinggal, agar mereka memperoleh pendidikan berkualitas setara dengan dunia internasional. 

Para siswa terbaik dari Sekolah Rakyat, dalam mimpi tersebut, akan dikirim ke berbagai negara: belajar teknologi di Asia Timur, ilmu pertanian modern di Eropa, energi terbarukan di Amerika, dan kebudayaan global di Timur Tengah. Mereka bukan sekadar pelajar, tetapi duta bangsa yang membawa nilai Pancasila, gotong royong, dan identitas Indonesia ke panggung dunia. Presiden dalam mimpi itu menegaskan bahwa program ini bukan untuk menciptakan “brain drain”, melainkan “brain circulation”. Setelah menimba ilmu di luar negeri, para siswa diharapkan kembali ke tanah air untuk membangun desa, memperkuat industri nasional, dan memajukan pendidikan generasi berikutnya.

Sekolah Rakyat dalam mimpi ini bukan hanya gedung dan kurikulum, melainkan simbol keberpihakan negara kepada rakyat kecil. Guru gurunya adalah pendidik terbaik, sistemnya transparan, dan seleksi siswanya adil. Negara hadir penuh, memastikan bahwa kecerdasan anak bangsa tidak lagi menjadi kemewahan, melainkan hak. Mimpi itu mungkin terdengar besar. Namun sejarah menunjukkan bahwa kemajuan sebuah bangsa selalu dimulai dari mimpi yang berani. Dan jika suatu hari Sekolah Rakyat benar benar mengirim siswanya ke luar negeri, maka itu adalah bukti bahwa Indonesia percaya untuk anak rakyat pun mampu bersaing dengan dunia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memahami Pendapat Para Dokter Paru Paru Tentang Super Flu Subciade K Yang Tergolong Virus Influenza. "Mari Kita Pahami Dahulu Pandangan Dokter Paru Paru, Dari Efektivitas Vaksin Influenza terhadap Varian Baru"

Ketika Kecantikan Yang Tidak Sempurna Menjadi Tren. "Maka Standar Lama Mulai Runtuh, Dimana Persaingan Ada Di Era Glitchy Glam Tahun Ini"

Dari Istilah Tall, Grande, Dan Venti Di Starbucks "Mari Pahami Dahulu Biar Kita Tahu Istilah Itu, Juga Sebelum Kebingungan"