Pesaing Negara Tiongkok Dengan Starlink Makin Memanas Dalam Rangka Lomba Teknologi Global "Untuk Persiapan 200 Ribu Satelit, Dengan Dominasi Starlink Di Orbit"

Gambar
  Dalam beberapa tahun terakhir, internet satelit telah menjadi salah satu arena persaingan teknologi global, utamanya antara SpaceX, perusahaan Amerika yang menciptakan Starlink, dan berbagai perusahaan serta program satelit Tiongkok yang didukung oleh pemerintah Beijing seperti : Starlink Untuk Menguasai Jalur Broadband di Orbit Rendah Starlink telah dikembangkan oleh SpaceX milik Elon Musk, telah meluncurkan puluhan ribu satelit ke low Earth orbit (LEO) untuk menyediakan layanan internet global. Jaringan ini kini menjadi salah satu jaringan internet satelit terbesar di dunia dan dipakai di banyak negara. Karena skalanya yang cepat berkembang, Starlink sering dikaitkan dengan risiko tabrakan di orbit oleh pesaingnya.  Tiongkok Menyiapkan Konstelasi Super Besar (Hingga 200 Ribu Satelit) Baru baru ini ada berapa perusahaan dan lembaga Tiongkok telah mengajukan rencana ke International Telecommunication Union (ITU) untuk menempatkan...

Nestle Menarik Produk Di Beberapa Negara "BPOM RI Sedang Meneliti Juga Mempelajari Ada Produk Masuk Ke RI, Beberapa Produk Juga Tanggapan Pihak BPOM RI"

 


Kronologi Penarikan Produk Oleh Nestle 

Baru baru ini dari Nestlé mengumumkan penarikan (recall) besar sejumlah produk susu formula bayi di banyak negara. Penarikan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan setelah ditemukan dugaan kontaminasi racun cereulide, yang berasal dari bakteri Bacillus cereus. Racun ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan seperti mual, muntah, dan gangguan pencernaan, terutama pada bayi yang sistem pencernaannya masih rentan.

Skala dan Daerah yang Terkena

Penarikan tersebut bersifat global, mencakup puluhan hingga hampir 50 negara di berbagai wilayah contohnya Eropa (termasuk Prancis, Jerman, Italia, Austria, Swedia, dan Inggris), Amerika (mis. Brasil, Argentina), Asia (sebagian negara), hingga Afrika dan beberapa negara Timur Tengah. Produk-produk yang ditarik meliputi berbagai merek susu formula bayi populer misalkan :

Produk SMA,

Produk NAN,

Produk BEBA

Produk Alfamino

Jenis yang ditarik termasuk formula untuk bayi dari berbagai usia (misalnya 0 sampai 12 bulan) dan beberapa varian khusus. 

Penyebab Penarikan Oleh Pihak Nestle 

Nestlé menjelaskan bahwa masalah terjadi pada bahan baku tertentu (mis. minyak asam arakidonat  atau ARA oil) dari pemasok utama yang diduga terkontaminasi bakteri yang dapat menghasilkan cereulide. Racun cereulide ini memiliki sifat tahan panas, sehingga sulit dihilangkan hanya dengan proses pemasakan atau penyajian biasa. 

Belum Ada Kasus Penyakit yang Dikonfirmasi

Walaupun produk produk ini ditarik, belum ada laporan kasus sakit yang dikonfirmasi akibat konsumsi produk yang ditarik tersebut di berbagai negara. Penarikan dilakukan sebagai langkah kehati-hatian (precautionary) untuk keselamatan bayi. 

Tanggapan terhadap Indonesia Dan Peran BPOM RI

Pernyataan Nestlé Indonesia

Nestlé Indonesia menyatakan bahwa semua produk susu formula bayi yang dijual di Indonesia “aman dan layak dikonsumsi”. Perusahaan menegaskan seperti :

Produk yang diproduksi di pabrik pabrik Nestlé di Indonesia tidak terdampak oleh isu global ini,

Produk impor yang beredar juga telah melalui uji keamanan dan mutu sesuai standar Indonesia. 

Sikap Dan Tindakan BPOM RI

BPOM RI (Badan Pengawas Obat dan Makanan) telah melakukan langkah angkah berikut terkait isu harus :

Melakukan penelusuran awal dan berkoordinasi dengan otoritas pengawas internasional untuk mengetahui lebih jauh apakah produk yang ditarik di luar negeri juga masuk ke Indonesia,

Menanggapi kekhawatiran publik dan permintaan agar kepastian status produk di Indonesia jelas diumumkan.

Sejumlah anggota DPR RI juga meminta BPOM untuk memperketat pengawasan serta memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat, karena produk susu bayi seharusnya 100% aman tanpa kompromi. 

Fokus BPOM

Beberapa poin yang menjadi perhatian BPOM antara lain seperti :

Memastikan tidak ada produk bermasalah yang beredar di Indonesia,

Menetapkan sistem ketertelusuran (traceability) yang baik agar batch produk bisa dilacak cepat bila ada isu keamanan,

Memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada orang tua dan konsumen. 

Pelajaran Yang Terpenting 

Penarikan produk Nestlé bersifat global, dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi risiko kesehatan akibat kontaminasi racun cereulide,

Belum ada laporan penyakit yang dikonfirmasi dari konsumsi produk yang ditarik, tetapi kewaspadaan menjadi kunci utama,

Di Indonesia, Nestlé dan BPOM RI mengatakan bahwa produk yang beredar aman sesuai standar, dan BPOM terus mempelajari serta memverifikasi data internasional,

Transparansi informasi kepada masyarakat sangat penting, agar orang tua tahu status produk yang mereka beli secara jelas dari lembaga berwenang. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memahami Pendapat Para Dokter Paru Paru Tentang Super Flu Subciade K Yang Tergolong Virus Influenza. "Mari Kita Pahami Dahulu Pandangan Dokter Paru Paru, Dari Efektivitas Vaksin Influenza terhadap Varian Baru"

Ketika Kecantikan Yang Tidak Sempurna Menjadi Tren. "Maka Standar Lama Mulai Runtuh, Dimana Persaingan Ada Di Era Glitchy Glam Tahun Ini"

Dari Istilah Tall, Grande, Dan Venti Di Starbucks "Mari Pahami Dahulu Biar Kita Tahu Istilah Itu, Juga Sebelum Kebingungan"