Area Segitiga Kematian Di Wajah "Jangan Sembarang Di Pencet, Mari Kita Pelajari kenapa tidak Boleh. Ini Alasan Dari Medis"

Gambar
  Jerawat memang sering membuat kita tergoda untuk memencetnya, terutama saat sudah merah dan membengkak. Namun, ada satu area di wajah yang sangat berisiko jika kita memencet jerawatnya, yaitu area yang dikenal sebagai “segitiga kematian” atau danger triangle pada wajah. Area ini meliputi dahi bagian atas, hidung, dan sekitar bibir atas membentuk segitiga. Apa Itu Segitiga Kematian? Segitiga kematian merupakan istilah medis untuk daerah wajah yang darahnya langsung terhubung ke pembuluh darah dalam otak melalui vena vena tanpa katup. Vena vena ini mengalir ke sinus kavernosus, yaitu ruang vena di dasar otak yang dekat dengan otak dan saraf kranial. Karena tidak ada katup, infeksi dari kulit wajah bisa langsung menyebar ke otak. Itulah mengapa area ini disebut “segitiga kematian” bukan karena memencet jerawat akan langsung membunuh, tetapi karena infeksi serius bisa terjadi. Risiko Medis Memencet Jerawat Di Segitiga Kematian Infeksi Lokal Bisa Menjadi Parah Memencet jerawat bisa me...

Nestle Menarik Produk Di Beberapa Negara "BPOM RI Sedang Meneliti Juga Mempelajari Ada Produk Masuk Ke RI, Beberapa Produk Juga Tanggapan Pihak BPOM RI"

 


Kronologi Penarikan Produk Oleh Nestle 

Baru baru ini dari Nestlé mengumumkan penarikan (recall) besar sejumlah produk susu formula bayi di banyak negara. Penarikan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan setelah ditemukan dugaan kontaminasi racun cereulide, yang berasal dari bakteri Bacillus cereus. Racun ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan seperti mual, muntah, dan gangguan pencernaan, terutama pada bayi yang sistem pencernaannya masih rentan.

Skala dan Daerah yang Terkena

Penarikan tersebut bersifat global, mencakup puluhan hingga hampir 50 negara di berbagai wilayah contohnya Eropa (termasuk Prancis, Jerman, Italia, Austria, Swedia, dan Inggris), Amerika (mis. Brasil, Argentina), Asia (sebagian negara), hingga Afrika dan beberapa negara Timur Tengah. Produk-produk yang ditarik meliputi berbagai merek susu formula bayi populer misalkan :

Produk SMA,

Produk NAN,

Produk BEBA

Produk Alfamino

Jenis yang ditarik termasuk formula untuk bayi dari berbagai usia (misalnya 0 sampai 12 bulan) dan beberapa varian khusus. 

Penyebab Penarikan Oleh Pihak Nestle 

Nestlé menjelaskan bahwa masalah terjadi pada bahan baku tertentu (mis. minyak asam arakidonat  atau ARA oil) dari pemasok utama yang diduga terkontaminasi bakteri yang dapat menghasilkan cereulide. Racun cereulide ini memiliki sifat tahan panas, sehingga sulit dihilangkan hanya dengan proses pemasakan atau penyajian biasa. 

Belum Ada Kasus Penyakit yang Dikonfirmasi

Walaupun produk produk ini ditarik, belum ada laporan kasus sakit yang dikonfirmasi akibat konsumsi produk yang ditarik tersebut di berbagai negara. Penarikan dilakukan sebagai langkah kehati-hatian (precautionary) untuk keselamatan bayi. 

Tanggapan terhadap Indonesia Dan Peran BPOM RI

Pernyataan Nestlé Indonesia

Nestlé Indonesia menyatakan bahwa semua produk susu formula bayi yang dijual di Indonesia “aman dan layak dikonsumsi”. Perusahaan menegaskan seperti :

Produk yang diproduksi di pabrik pabrik Nestlé di Indonesia tidak terdampak oleh isu global ini,

Produk impor yang beredar juga telah melalui uji keamanan dan mutu sesuai standar Indonesia. 

Sikap Dan Tindakan BPOM RI

BPOM RI (Badan Pengawas Obat dan Makanan) telah melakukan langkah angkah berikut terkait isu harus :

Melakukan penelusuran awal dan berkoordinasi dengan otoritas pengawas internasional untuk mengetahui lebih jauh apakah produk yang ditarik di luar negeri juga masuk ke Indonesia,

Menanggapi kekhawatiran publik dan permintaan agar kepastian status produk di Indonesia jelas diumumkan.

Sejumlah anggota DPR RI juga meminta BPOM untuk memperketat pengawasan serta memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat, karena produk susu bayi seharusnya 100% aman tanpa kompromi. 

Fokus BPOM

Beberapa poin yang menjadi perhatian BPOM antara lain seperti :

Memastikan tidak ada produk bermasalah yang beredar di Indonesia,

Menetapkan sistem ketertelusuran (traceability) yang baik agar batch produk bisa dilacak cepat bila ada isu keamanan,

Memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada orang tua dan konsumen. 

Pelajaran Yang Terpenting 

Penarikan produk Nestlé bersifat global, dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi risiko kesehatan akibat kontaminasi racun cereulide,

Belum ada laporan penyakit yang dikonfirmasi dari konsumsi produk yang ditarik, tetapi kewaspadaan menjadi kunci utama,

Di Indonesia, Nestlé dan BPOM RI mengatakan bahwa produk yang beredar aman sesuai standar, dan BPOM terus mempelajari serta memverifikasi data internasional,

Transparansi informasi kepada masyarakat sangat penting, agar orang tua tahu status produk yang mereka beli secara jelas dari lembaga berwenang. 


Komentar

Postingan Populer

Siapakah Merajai ASEAN Dalam Persaingan Penjualan Mobil "Persaingan Kedua Negara Memanas Dalam Market Penjualan, Kalau Bukan Indonesia Dan Malaysia"

Respon Dari Perbincangan Pramono Dengan Presiden Indonesia "Wacana Tim Khusus Penanganan Banjir, Menurut Pramono"

Harapan Dan Impian Untuk Kota Gaza "Dari Puing Ke Gedung Pencakar Langit Oleh Amerika Serikat"