Dari Istilah Tall, Grande, Dan Venti Di Starbucks "Mari Pahami Dahulu Biar Kita Tahu Istilah Itu, Juga Sebelum Kebingungan"

Gambar
  Jika kamu pernah membeli kopi di Starbucks, pasti pernah mendengar istilah Tall, Grande, dan Venti. Bagi orang baru, istilah ini bisa membingungkan karena ukurannya tidak menggunakan ukuran standar seperti “small, medium, large” yang biasa kita kenal. Berikut penjelasannya: Tall Ukuran: 12 ons (sekitar 355 ml) Makna: Meskipun terdengar “tall” atau tinggi, sebenarnya ini adalah ukuran paling kecil dari tiga ukuran utama Starbucks. Tips yang perlu diingat anggap “Tall” sebagai versi standar atau biasa dari kopi favoritmu, cukup untuk satu orang. Grande Ukuran: 16 ons (sekitar 473 ml) Makna: “Grande” dalam bahasa Italia berarti besar, sehingga ini ukuran menengah atau besar bagi sebagian orang. Tips yang perlu diingat jika kamu ingin lebih banyak kopi daripada Tall tapi tidak terlalu berlebihan, Grande adalah pilihan pas. Venti Ukuran: 20 ons untuk panas (sekitar 591 ml) dan 24 ons untuk dingin (sekitar 710 ml) Makna: “Venti” berasal dari bahasa Italia yang berarti dua puluh, sesua...

Fenomena Kemasan Matcha Viral Mirip Infus D5, "Mari Pahami Dari Infus D5 Itu Apa. Banyak Tahun Ini Kemasan Makanan Atau Minuman Sangat Unik Juga Mirip Produk Kesehatan"

 


Belakangan ini media sosial diramaikan oleh kemunculan produk minuman matcha dengan kemasan yang sangat unik, bentuknya menyerupai kantong infus D5 (Dextrose 5%) yang biasa ditemukan di rumah sakit. Desain ini langsung menarik perhatian publik karena tampil beda, estetik, sekaligus kontroversial. Banyak orang tertarik membelinya bukan hanya karena rasa matcha, tetapi karena kemasannya yang viral dan tidak biasa.

Apa Itu Infus D5?

Infus D5 atau Dextrose 5% merupakan cairan infus medis yang mengandung larutan glukosa 5% dalam air steril. Fungsinya antara lain seperti :

Memberikan asupan cairan dan energi (kalori) bagi pasien,

Mencegah dehidrasi,

Digunakan dalam kondisi medis tertentu.

Karena erat kaitannya dengan dunia medis dan rumah sakit, infus D5 biasanya diasosiasikan dengan kondisi sakit, perawatan, dan suasana klinis.

Mengapa Kemasan Matcha Mirip Infus D5 Menjadi Viral?

Unik dan Tidak Biasa

Produk minuman biasanya dikemas dalam botol, gelas, atau kaleng. Ketika sebuah minuman dikemas menyerupai infus, hal ini menciptakan kejutan visual (visual shock) yang membuat orang berhenti scrolling dan memperhatikan.

Estetika Media Sosial

Kemasan ini sangat “instagramable” dan “tiktokable”. Banyak konten kreator membuat video minum “infus matcha”, memicu rasa penasaran warganet.

Efek Psikologis “Healing Drink”

Beberapa orang menafsirkan konsep ini sebagai minuman yang “menyembuhkan”, “menenangkan”, atau “memberi energi” layaknya cairan infus, meskipun secara ilmiah tentu berbeda.

Srategi Marketing yang Kuat

Kemasan ini merupakan contoh experiential marketing menjual pengalaman visual dan emosi, bukan hanya rasa produk.

Kontroversi dan Kritik

Meski viral dari kemasan ini juga menuai kritik misalkan :

Tidak sensitif terhadap pasien bagi sebagian orang, kemasan infus mengingatkan pada pengalaman sakit atau trauma medis.

Potensi menyesatkan bisa menimbulkan kesan seolah olah produk tersebut punya efek medis.

Normalisasi simbol medis untuk komersial dianggap mengaburkan batas antara dunia kesehatan dan hiburan.

Sebagian tenaga kesehatan bahkan menganggap desain ini kurang etis karena memanfaatkan simbol perawatan medis sebagai gimmick komersial.

Sudut Pandang Konsumen dan Brand

Dari sisi konsumen yang diketahui :

Menarik, lucu, unik, dan layak dicoba,

Lebih ke pengalaman dan hiburan, bukan fungsi minuman semata.

Dari sisi brand yang ditawarkan :

Viral marketing murah dan efektif,

Meningkatkan brand awareness secara cepat,

Memancing user generated content (UGC).

Namun brand juga harus mempertimbangkan aspek etika, sensitivitas sosial, dan potensi backlash jangka panjang.

Kemasan matcha mirip infus D5 adalah contoh bagaimana desain visual dapat mengubah produk biasa menjadi fenomena viral. Ia bekerja pada level psikologis, estetika, dan budaya media sosial. Di balik kreativitas tersebut, ada tanggung jawab sosial agar simbol simbol sensitif seperti dunia medis tidak disalahgunakan atau melukai pihak tertentu. Fenomena ini menunjukkan bahwa di era digital, kemasan bukan lagi sekadar wadah. Melainkan alat komunikasi, storytelling, dan strategi pemasaran yang sangat kuat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memahami Pendapat Para Dokter Paru Paru Tentang Super Flu Subciade K Yang Tergolong Virus Influenza. "Mari Kita Pahami Dahulu Pandangan Dokter Paru Paru, Dari Efektivitas Vaksin Influenza terhadap Varian Baru"

Ketika Kecantikan Yang Tidak Sempurna Menjadi Tren. "Maka Standar Lama Mulai Runtuh, Dimana Persaingan Ada Di Era Glitchy Glam Tahun Ini"

Dalam Perkembangan Algoritma Juga Komunikasi Sosial "Manusia Harus Mempelajari Dunia AI Dari Smartwatch Atau Komunikasi Sosial"