Menurut Dokter Tidur Yang Cukup Itu Selama Enam Jam Untuk Mengetahuinya, "Apakah Cukup Atau Tidur Pada Tubuh Selama Enam Jam Itu?!!"

Gambar
  Tidur merupakan kebutuhan biologis yang sangat penting bagi manusia. Namun, di tengah kesibukan kerja, sekolah, dan aktivitas digital, banyak orang hanya tidur sekitar enam jam per malam. Lalu muncul pertanyaan: apakah tidur enam jam itu cukup menurut dokter? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami bagaimana kebutuhan tidur bekerja dan apa dampaknya bagi kesehatan. Berapa Lama Waktu Tidur yang Dibutuhkan Manusia? Menurut para dokter dan pakar kesehatan tidur, kebutuhan tidur setiap orang berbeda beda tergantung usia, aktivitas, kondisi fisik, dan kesehatan mental. Secara umum orang tidur itu seharusnya misalkan : Dewasa (18 sampai 64 tahun): 7 sampai 9 jam per malam Lansia (65 tahun keatas): 7 sampai 8 jam per malam Remaja: 8 sampai 10 jam per malam Anak anak: 9 sampai 12 jam per malam Tidur enam jam berada di bawah rekomendasi rata rata untuk orang dewasa. Apakah Tidur Enam Jam Selalu Buruk? Dokter menjelaskan bahwa tidur enam jam tidak otomatis berbahaya, tetapi bisa menjadi mas...

Mempelajari Keuangan Di Tahun 2026 Ini Perlu Menyusun Juga Memiliki Rencana, "Seperti Apa Menyusun Rencana Keuangan 2026 yang Nyata dan Bisa Dijalankan"

 


Banyak orang memiliki niat baik untuk mengatur keuangan, tetapi gagal mengeksekusinya karena rencana yang terlalu ideal dan tidak membumi. Tahun 2026 seharusnya menjadi titik balik: bukan hanya berencana, tapi benar benar menjalankan pengelolaan keuangan yang sehat seperti :

Tentukan Tujuan Keuangan yang Spesifik Dan Terukur
hindari tujuan abstrak seperti “ingin lebih hemat” atau “ingin kaya”. Gunakan prinsip smart misalkan :
Spesifik "Apa tepatnya yang ingin dicapai?",
Measurable (terukur) "Berapa nominalnya?",
Achievable (realistis) "Masuk akal dengan kondisi saat ini?",
Relevant "Penting bagi hidup Anda?",
Time bound "Kapan targetnya?".
Contoh tujuan dalam perencanaan keuangan di tahun 2026 seperti :
Dana darurat terkumpul Rp 12 juta pada Desember 2026,
Bebas utang kartu kredit sebelum September 2026,
Tabungan haji, liburan, dan rumah Rp 2 juta per bulan mulai Januari.

Pahami Kondisi Keuangan Saat Ini (Bukan Mengira ngira)
Sebelum merencanakan masa depan, anda perlu jujur pada kondisi sekarang misalkan :
Buat daftar
Penghasilan bulanan bersih,
Pengeluaran rutin (wajib),
Pengeluaran fleksibel (nongkrong, jajan, hiburan),
Utang dan cicilan,
Tabungan dan investasi yang sudah ada.
Prinsip penting
"Yang tidak dicatat, tidak bisa dikendalikan.”
Gunakan aplikasi keuangan atau spreadsheet sederhana untuk mencatat minimal 1 bulan penuh.

Susun Anggaran Bulanan yang Fleksibel tapi Tegas
gunakan pendekatan 50-30-20 yang dimodifikasi seperti :
50 sampai 60% kebutuhan (makan, transport, listrik, sewa, cicilan).
20 sampai 30% tabungan dan investasi.
10 sampai 20% gaya hidup.
Jika penghasilan kecil harus fokus dahulu misalkan :
Dana darurat,
Bebas utang konsumtif,
Baru investasi.

Otomatiskan Keuangan agar Tidak Bergantung pada Niat
manusia mudah lupa dan tergoda. Maka sistem harus mengalahkan niat.
Aktifkan auto debit tabungan.
Bila kalian punya tabungan lain pisahkan rekening seperti :
Rekening masuk gaji,
Rekening kebutuhan,
Rekening tabungan atau investasi,
Jangan menabung dari sisa, tapi sisakan dari awal.

Siapkan Dana Darurat dan Proteksi
yang harus kalian target ideal misalkan :
Single
3 sampai 6 bulan pengeluaran,
Menikah atau kerkeluarga: 6 sampai 12 bulan pengeluaran,
Pastikan harus kalian pastikan pengeluaran tidak terduga seperti :
BPJS aktif,
Asuransi tambahan bila perlu (jangan over protect).

Mulai Investasi dengan Prinsip Aman dan Konsisten
Bagi pemula yang baru memulai menyusun investasi atau tabungan Harus tahu seperti :
Reksadana pasar uang atau pendapatan tetap.
Emas digital.
Saham hanya jika sudah belajar dan siap risiko.

Dengan konsisten kecil lebih baik daripada besar tapi jarang sekali orang yang pahami seperti itu.

Review Setiap 3 Bulan
rencana keuangan bukan kitab suci. Hidup berubah.
Setiap 3 bulan tanyakan seperti apa target atau rincian pengeluaran :
Apakah target masih relevan?,
Apakah pengeluaran bocor?,
Apakah penghasilan bisa ditingkatkan?.

Perencanaan keuangan bukan soal pintar, tapi soal disiplin kecil yang dilakukan terus-menerus. Tidak perlu menunggu kaya untuk tertib finansial, justru tertib finansial adalah jalan menuju kaya. Mulailah dari langkah paling kecil hari ini seperti :
Catat pengeluaran hari ini.
Sisihkan tabungan pertama bulan ini.
Hentikan satu pengeluaran tidak penting.
Karena keuangan yang sehat dibangun dari kebiasaan kecil yang konsisten, bukan dari rencana besar yang tidak pernah dijalankan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalam Perkembangan Algoritma Juga Komunikasi Sosial "Manusia Harus Mempelajari Dunia AI Dari Smartwatch Atau Komunikasi Sosial"

Memahami Pendapat Para Dokter Paru Paru Tentang Super Flu Subciade K Yang Tergolong Virus Influenza. "Mari Kita Pahami Dahulu Pandangan Dokter Paru Paru, Dari Efektivitas Vaksin Influenza terhadap Varian Baru"