Area Segitiga Kematian Di Wajah "Jangan Sembarang Di Pencet, Mari Kita Pelajari kenapa tidak Boleh. Ini Alasan Dari Medis"

Gambar
  Jerawat memang sering membuat kita tergoda untuk memencetnya, terutama saat sudah merah dan membengkak. Namun, ada satu area di wajah yang sangat berisiko jika kita memencet jerawatnya, yaitu area yang dikenal sebagai “segitiga kematian” atau danger triangle pada wajah. Area ini meliputi dahi bagian atas, hidung, dan sekitar bibir atas membentuk segitiga. Apa Itu Segitiga Kematian? Segitiga kematian merupakan istilah medis untuk daerah wajah yang darahnya langsung terhubung ke pembuluh darah dalam otak melalui vena vena tanpa katup. Vena vena ini mengalir ke sinus kavernosus, yaitu ruang vena di dasar otak yang dekat dengan otak dan saraf kranial. Karena tidak ada katup, infeksi dari kulit wajah bisa langsung menyebar ke otak. Itulah mengapa area ini disebut “segitiga kematian” bukan karena memencet jerawat akan langsung membunuh, tetapi karena infeksi serius bisa terjadi. Risiko Medis Memencet Jerawat Di Segitiga Kematian Infeksi Lokal Bisa Menjadi Parah Memencet jerawat bisa me...

Menekankan Keputusan Dan Sikap "Menteri ESDM Yang Menilai Target Lifting 1,6 juta Barel Tidak Realistis, Sementara Angka 800 sampai 900 Ribu Barel Kemungkinan Masih Bisa Target Lifting"

 


Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) guna menjaga ketahanan energi nasional. Namun, dalam perkembangannya, muncul perbedaan pandangan terkait target lifting minyak nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan ketidakpercayaan terhadap target lifting minyak sebesar 1,6 juta barel per hari karena dinilai tidak realistis dengan kondisi lapangan saat ini. Sebaliknya, Menteri ESDM menilai angka lifting di kisaran 800 hingga 900 ribu barel per hari masih dapat dicapai.

Dasar Pertimbangan Keputusan
Keputusan Menteri ESDM tersebut didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap kondisi industri hulu migas nasional. Sebagian besar lapangan minyak di Indonesia telah memasuki fase mature field atau lapangan tua yang secara alami mengalami penurunan produksi. Upaya peningkatan produksi membutuhkan investasi besar, teknologi lanjutan, serta waktu yang tidak singkat. Selain itu, tantangan lain seperti keterbatasan eksplorasi baru, proses perizinan, serta faktor keekonomian proyek migas turut memengaruhi kemampuan peningkatan lifting secara signifikan. Oleh karena itu, target 1,6 juta barel per hari dinilai terlalu optimistis dan berpotensi tidak sejalan dengan realitas teknis maupun ekonomi.

Realisme Target 800 sampai 900 Ribu Barel
Menteri ESDM menilai bahwa target lifting minyak di kisaran 800 sampai 900 ribu barel per hari masih berada dalam batas realistis. Target ini dapat dicapai melalui optimalisasi lapangan eksisting, penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), serta peningkatan efisiensi operasi di sektor hulu migas. Pendekatan realistis ini dinilai lebih tepat karena tidak hanya berorientasi pada angka ambisius, tetapi juga mempertimbangkan kesinambungan produksi dan stabilitas investasi. Dengan target yang terukur, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih fokus dan efektif.

Implikasi Kebijakan
Keputusan untuk tidak memaksakan target 1,6 juta barel per hari mencerminkan sikap kehati hatian pemerintah dalam pengelolaan sektor energi. Pemerintah diharapkan dapat mengarahkan kebijakan pada peningkatan iklim investasi, penyederhanaan regulasi, serta penguatan eksplorasi migas guna menjaga produksi jangka menengah dan panjang. Selain itu, keputusan ini juga menegaskan pentingnya diversifikasi energi dan pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional.

Sikap Menteri ESDM yang tidak mempercayai target lifting minyak 1,6 juta barel per hari menunjukkan pendekatan kebijakan yang realistis dan berbasis kondisi faktual. Dengan menetapkan target 800 sampai 900 ribu barel per hari, pemerintah diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara ambisi peningkatan produksi dan kemampuan nyata sektor migas nasional.

Komentar

Postingan Populer

Siapakah Merajai ASEAN Dalam Persaingan Penjualan Mobil "Persaingan Kedua Negara Memanas Dalam Market Penjualan, Kalau Bukan Indonesia Dan Malaysia"

Respon Dari Perbincangan Pramono Dengan Presiden Indonesia "Wacana Tim Khusus Penanganan Banjir, Menurut Pramono"

Harapan Dan Impian Untuk Kota Gaza "Dari Puing Ke Gedung Pencakar Langit Oleh Amerika Serikat"

Rekomendasi Dari Para Ahli "Memiliki Kulit Glowing Alami Keinginan Kita Semua, Tapi Kita Harus Pahami Dahulu Makanan Yang Konsumsi Apa"

Peringatan Untuk Menkes Soal Kegemukan "Sering Diabaikan Bisa Risiko Fatal, Untuk Tujuan Hidup Sehat"

Janji Dan Mimpi Dalam Perjuangan "Ditengah Krisis Tantangan Global, Dalam Janji Kemerdekaan"