Persaingan penjualan mobil antara Indonesia dan Malaysia menjadi salah satu topik paling menarik dalam industri otomotif Asia Tenggara (ASEAN). Dua negara ini memiliki karakter pasar yang sangat berbeda, tetapi sama-sama berperan penting dalam lanskap otomotif kawasan. Data penjualan terbaru menunjukkan dinamika kompetitif yang berubah cepat dari tahun ke tahun.
Kondisi Penjualan Mobil di ASEAN
Sepanjang tahun 2024, Indonesia mencatat jumlah penjualan mobil baru tertinggi di kawasan ASEAN, mencapai sekitar 865.723 unit, melebihi angka Malaysia yang mencapai 816.747 unit untuk periode yang sama. Ini menjadikan Indonesia sebagai pasar mobil terbesar di ASEAN berdasarkan volume total penjualan. Namun, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, pencapaian Malaysia menjadi sangat signifikan. Populasi negara tersebut hanya sekitar 30,7 juta jiwa, jauh lebih kecil dibandingkan Indonesia yang memiliki lebih dari 281 juta jiwa. Artinya, rasio penjualan per kapita di Malaysia jauh lebih tinggi.
Pergeseran Dominasi Di Tahun Kemarin
Walaupun Indonesia masih memimpin pada total penjualan 2024, tahun kemarin menunjukkan perubahan tren yang signifikan meliputi :
Data periode Januari - November tahun kemarin menunjukkan penjualan mobil di Malaysia mencapai sekitar 820.752 unit, sedangkan Indonesia berada di kisaran 710.000–720.000 unit dalam periode yang sama. Dengan demikian, Malaysia unggul dalam angka penjualan mobil baru hingga akhir tahun tersebut.
Secara kuartalan (Q2 2025), laporan dari Nikkei Asia mencatat Malaysia berhasil menyalip Indonesia, dengan pencapaian 183.366 unit dibanding Indonesia 169.578 unit. Ini adalah pertama kalinya Malaysia menjadi pasar mobil terbesar di ASEAN dalam satu periode kuartal.
Faktor utama di balik keunggulan Malaysia termasuk dukungan kuat terhadap merek lokal seperti Perodua dan Proton, kebijakan insentif pajak, serta pertumbuhan kendaraan listrik (EV) dan hybrid yang cukup pesat. Otomotif Bisnis
Penyebab Perbedaan Tren Penjualan
Ada beberapa alasan mengapa Malaysia kini dapat bersaing atau bahkan mengungguli Indonesia dalam penjualan mobil seperti :
Insentif Pemerintah Dan Kebijakan Pajak
Malaysia memberikan berbagai insentif pajak yang mendukung konsumsi otomotif, termasuk untuk mobil hybrid dan EV, sehingga mendorong peningkatan penjualan domestik.
Merek Lokal Yang Kuat
Perodua dan Proton menyumbang porsi besar dari total penjualan di Malaysia. Kolaborasi teknologi (misalnya dukungan Daihatsu untuk Perodua, dan Geely untuk Proton) memperkuat daya saing produk mereka.
Kondisi Ekonomi Dan Daya Beli
Penjualan mobil di Indonesia sempat mengalami perlambatan karena tekanan ekonomi domestik dan daya beli yang melemah, sehingga membuat pertumbuhan penjualan lebih lambat dibanding Malaysia.
Elektrifikasi Dan Tren Produk Baru
Permintaan terhadap mobil listrik dan hybrid mulai meningkat, terutama di Malaysia, yang mendukung pertumbuhan penjualan di segmen ini.
Siapa yang Sebenarnya Merajai Di ASEAN?
Jika berdasarkan total unit terjual dalam setahun penuh, Indonesia masih memegang posisi sebagai pasar mobil terbesar di ASEAN pada 2024. Namun, bila melihat tren pertumbuhan terbaru di tahun kemarin. Malaysia menunjukkan kinerja yang lebih kuat dan dapat dikatakan telah mengambil alih puncak untuk periode tertentu, terutama dalam perbandingan penjualan tahunan sampai data terakhir yang tersedia. Dengan kata lain sebagai berikut :
Indonesia — masih dominan secara volume total penjualan tahunan (2024) dan berpopulasi pasar besar.
Malaysia — unggul dalam penjualan per kapita dan kondisi pasar saat ini (tahun kemarin), bahkan menyalip Indonesia dalam beberapa periode.
Persaingan pasar mobil ASEAN antara Indonesia dan Malaysia tidak monoton:
Indonesia memiliki sejarah panjang sebagai pasar otomotif terbesar di ASEAN dengan volume penjualan tertinggi secara total.
Malaysia telah berkembang pesat dan mencatatkan penjualan yang kompetitif bahkan menyalip Indonesia pada 2025, berkat kebijakan pemerintah yang mendukung, merek lokal kuat, dan strategi elektrifikasi. Sekarang pertarungan ini bukan hanya soal jumlah unit yang terjual, tetapi juga soal efisiensi pasar, preferensi konsumen, dan kesiapan menghadapi mobil listrik di masa depan.
Inti dari market penjualan
Indonesia tetap raja pasar mobil ASEAN berdasarkan volume total historis, tetapi Malaysia semakin kuat, bahkan mendominasi dalam beberapa periode penjualan tahun kemarin menjadikan kedua negara ini kompetitor utama di kawasan.
Komentar
Posting Komentar