Area Segitiga Kematian Di Wajah "Jangan Sembarang Di Pencet, Mari Kita Pelajari kenapa tidak Boleh. Ini Alasan Dari Medis"
Masalah banjir seolah menjadi cerita lama yang terus berulang di berbagai wilayah Indonesia, terutama di kota kota besar. Setiap musim hujan datang, masyarakat kembali dihadapkan pada genangan air, aktivitas yang lumpuh, hingga kerugian ekonomi. Dalam konteks inilah, Pramono menyoroti pentingnya peran negara yang lebih kuat dan terkoordinasi dalam menangani persoalan banjir.
Menurut Pramono untuk penanganan banjir tidak bisa lagi dilakukan secara parsial atau hanya dibebankan pada pemerintah daerah. Banjir adalah persoalan lintas wilayah dan lintas sektor, sehingga membutuhkan komando yang jelas dari tingkat pusat. Karena itu, pembentukan tim penanganan banjir khusus oleh Presiden dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi nasional. Pramono berpandangan bahwa tim khusus ini seharusnya tidak hanya bersifat reaktif, hadir saat banjir sudah terjadi. Melainkan juga fokus pada pencegahan jangka panjang. Mulai dari pembenahan tata ruang, pengelolaan daerah aliran sungai, normalisasi dan naturalisasi sungai, hingga penegakan aturan lingkungan. Dengan berada langsung di bawah Presiden, tim ini diharapkan memiliki kewenangan yang cukup kuat untuk menyatukan langkah antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Dalam pandangan Pramono, kehadiran tim khusus juga penting untuk menghindari tumpang tindih kebijakan. Selama ini, penanganan banjir sering terhambat karena ego sektoral dan koordinasi yang lemah. Jika Presiden turun tangan langsung melalui tim khusus, maka keputusan bisa diambil lebih cepat, terukur, dan berbasis kepentingan nasional. Lebih jauh, Pramono menekankan bahwa tim penanganan banjir harus melibatkan para ahli, bukan hanya birokrat. Akademisi, pakar tata kota, ahli hidrologi, hingga praktisi lingkungan perlu duduk bersama agar solusi yang dihasilkan tidak sekadar tambal sulam, tetapi benar benar menjawab akar masalah. Pada akhirnya dari gagasan pembentukan tim penanganan banjir khusus oleh Presiden, sebagaimana disampaikan Pramono, mencerminkan harapan akan kehadiran negara yang lebih tegas dan serius dalam melindungi warganya. Banjir bukan sekadar bencana alam, tetapi juga ujian tata kelola. Dan ujian itu, menurut Pramono, hanya bisa dijawab dengan kepemimpinan yang kuat dari level tertinggi.
Komentar
Posting Komentar