Area Segitiga Kematian Di Wajah "Jangan Sembarang Di Pencet, Mari Kita Pelajari kenapa tidak Boleh. Ini Alasan Dari Medis"

Gambar
  Jerawat memang sering membuat kita tergoda untuk memencetnya, terutama saat sudah merah dan membengkak. Namun, ada satu area di wajah yang sangat berisiko jika kita memencet jerawatnya, yaitu area yang dikenal sebagai “segitiga kematian” atau danger triangle pada wajah. Area ini meliputi dahi bagian atas, hidung, dan sekitar bibir atas membentuk segitiga. Apa Itu Segitiga Kematian? Segitiga kematian merupakan istilah medis untuk daerah wajah yang darahnya langsung terhubung ke pembuluh darah dalam otak melalui vena vena tanpa katup. Vena vena ini mengalir ke sinus kavernosus, yaitu ruang vena di dasar otak yang dekat dengan otak dan saraf kranial. Karena tidak ada katup, infeksi dari kulit wajah bisa langsung menyebar ke otak. Itulah mengapa area ini disebut “segitiga kematian” bukan karena memencet jerawat akan langsung membunuh, tetapi karena infeksi serius bisa terjadi. Risiko Medis Memencet Jerawat Di Segitiga Kematian Infeksi Lokal Bisa Menjadi Parah Memencet jerawat bisa me...

Respon Dari Perbincangan Pramono Dengan Presiden Indonesia "Wacana Tim Khusus Penanganan Banjir, Menurut Pramono"

 


Masalah banjir seolah menjadi cerita lama yang terus berulang di berbagai wilayah Indonesia, terutama di kota kota besar. Setiap musim hujan datang, masyarakat kembali dihadapkan pada genangan air, aktivitas yang lumpuh, hingga kerugian ekonomi. Dalam konteks inilah, Pramono menyoroti pentingnya peran negara yang lebih kuat dan terkoordinasi dalam menangani persoalan banjir.

Menurut Pramono untuk penanganan banjir tidak bisa lagi dilakukan secara parsial atau hanya dibebankan pada pemerintah daerah. Banjir adalah persoalan lintas wilayah dan lintas sektor, sehingga membutuhkan komando yang jelas dari tingkat pusat. Karena itu, pembentukan tim penanganan banjir khusus oleh Presiden dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi nasional. Pramono berpandangan bahwa tim khusus ini seharusnya tidak hanya bersifat reaktif, hadir saat banjir sudah terjadi. Melainkan juga fokus pada pencegahan jangka panjang. Mulai dari pembenahan tata ruang, pengelolaan daerah aliran sungai, normalisasi dan naturalisasi sungai, hingga penegakan aturan lingkungan. Dengan berada langsung di bawah Presiden, tim ini diharapkan memiliki kewenangan yang cukup kuat untuk menyatukan langkah antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Dalam pandangan Pramono, kehadiran tim khusus juga penting untuk menghindari tumpang tindih kebijakan. Selama ini, penanganan banjir sering terhambat karena ego sektoral dan koordinasi yang lemah. Jika Presiden turun tangan langsung melalui tim khusus, maka keputusan bisa diambil lebih cepat, terukur, dan berbasis kepentingan nasional. Lebih jauh, Pramono menekankan bahwa tim penanganan banjir harus melibatkan para ahli, bukan hanya birokrat. Akademisi, pakar tata kota, ahli hidrologi, hingga praktisi lingkungan perlu duduk bersama agar solusi yang dihasilkan tidak sekadar tambal sulam, tetapi benar benar menjawab akar masalah. Pada akhirnya dari gagasan pembentukan tim penanganan banjir khusus oleh Presiden, sebagaimana disampaikan Pramono, mencerminkan harapan akan kehadiran negara yang lebih tegas dan serius dalam melindungi warganya. Banjir bukan sekadar bencana alam, tetapi juga ujian tata kelola. Dan ujian itu, menurut Pramono, hanya bisa dijawab dengan kepemimpinan yang kuat dari level tertinggi.


Komentar

Postingan Populer

Siapakah Merajai ASEAN Dalam Persaingan Penjualan Mobil "Persaingan Kedua Negara Memanas Dalam Market Penjualan, Kalau Bukan Indonesia Dan Malaysia"

Harapan Dan Impian Untuk Kota Gaza "Dari Puing Ke Gedung Pencakar Langit Oleh Amerika Serikat"

Menekankan Keputusan Dan Sikap "Menteri ESDM Yang Menilai Target Lifting 1,6 juta Barel Tidak Realistis, Sementara Angka 800 sampai 900 Ribu Barel Kemungkinan Masih Bisa Target Lifting"

Rekomendasi Dari Para Ahli "Memiliki Kulit Glowing Alami Keinginan Kita Semua, Tapi Kita Harus Pahami Dahulu Makanan Yang Konsumsi Apa"

Peringatan Untuk Menkes Soal Kegemukan "Sering Diabaikan Bisa Risiko Fatal, Untuk Tujuan Hidup Sehat"

Janji Dan Mimpi Dalam Perjuangan "Ditengah Krisis Tantangan Global, Dalam Janji Kemerdekaan"