Mengapa Dokter Meneliti Darah untuk Umur Panjang?
Darah kita mengandung berbagai biomarker, seperti zat atau indikator biologis yang bisa diukur, seperti glukosa, kolesterol, protein, dan banyak lainnya. Para ilmuwan mempelajari biomarker ini karena :
Biomarker mencerminkan kesehatan organ dan metabolisme tubuh.
Perbedaan level biomarker tertentu dapat menunjukkan siapa yang berpotensi hidup lebih lama dan sehat dibanding yang tidak.
Ini berarti dengan melihat nilai nilai tersebut, dokter dapat menilai “usia biologis” tubuh seseorang, yang bisa berbeda dari usia kronologis berdasarkan tanggal lahir. Financial Times
Temuan Penelitian Besar tentang Darah dan Umur Panjang
studi besar 44.000 Orang di Swedia
para peneliti menganalisis data kesehatan dan darah lebih dari 44.000 orang berusia 64 sampai 99 tahun selama lebih dari 35 tahun. Mereka menemukan bahwa orang yang hidup sampai 100 tahun atau lebih (centenarian) memiliki pola darah berbeda dibanding yang tidak, kelompok yang hidup panjang cenderung memiliki seperti :
Kadar glukosa (gula darah) yang lebih rendah.
Kadar kreatinin (fungsi ginjal) lebih rendah.
Kadar asam urat lebih rendah.
Kadar kolesterol total dan zat besi yang lebih sehat.
hasil ini menunjukkan bahwa fungsi metabolisme, kerja organ hati dan ginjal, serta kesehatan nutrisi punya hubungan dengan kemungkinan hidup lebih panjang. Namun para peneliti menekankan bahwa ini bukanlah bukti langsung penyebab umur panjang, tetapi indikasi keterkaitan yang penting.
Perbedaan Dari Usia Biologis Dengan Usia Kronologis
Penelitian terbaru lainnya menunjukkan bahwa selain biomarker darah tertentu, ilmuwan sekarang bisa menilai usia biologis organ tubuh dengan tes darah yang menganalisis ribuan protein. Contohnya dari studi besar dari Stanford University menemukan bahwa usia biologis otak yang lebih muda (ditentukan lewat protein dalam darah) merupakan prediktor kuat umur panjang, bahkan lebih dari organ lain. Ini membuka kemungkinan bahwa tes darah bisa menunjukkan bagian tubuh mana yang “lebih cepat tua” atau “lebih lambat tua”, dan membantu dokter merencanakan pencegahan lebih dini.
Penelitian DNA dan Orang Sangat Tua
selain biomarker darah, masih ada penelitian lain yang melihat faktor genetik. Seperti :
Ilmuwan mempelajari DNA wanita yang hidup sampai 117 tahun dan menemukan varian genetik langka yang berhubungan dengan kesehatan jantung, sistem imun, dan kemampuan sel tetap muda lebih lama.
Ini menunjukkan bahwa faktor genetik spesifik juga berkontribusi pada umur panjang, tetapi bukan satu satunya faktor.
Apa Artinya Ini Untuk Kita, Apakah Untuk Dipahami atau Dipelajari?
Darah Bisa Menjadi Petunjuk Kesehatan Jangka Panjang
Ada beberapa nilai nilai darahnya, seperti :
gula darah,
kolesterol,
fungsi ginjal,
tanda peradangan.
tidak hanya menunjukkan penyakit saat ini, tetapi juga kondisi metabolisme dan organ yang akan memengaruhi harapan hidup nantinya.
Gaya Hidup Masih Penting
walaupun darah bisa memberi gambaran tentang risiko dan kecepatan penuaan, gaya hidup (makan sehat, olahraga, tidak merokok, kontrol tekanan darah) tetap menjadi faktor utama untuk umur panjang sehat.
Penelitian ilmiah modern menunjukkan misalkan :
Ada pola biomarker darah tertentu yang lebih umum pada orang yang hidup sangat panjang umur,
Tes darah semakin bisa mengukur usia biologis organ, bukan hanya umur data lahir,
Faktor genetik juga bisa berperan, tapi gaya hidup tetap penting untuk meningkatkan peluang hidup sehat lebih lama.
Komentar
Posting Komentar