Area Segitiga Kematian Di Wajah "Jangan Sembarang Di Pencet, Mari Kita Pelajari kenapa tidak Boleh. Ini Alasan Dari Medis"

Gambar
  Jerawat memang sering membuat kita tergoda untuk memencetnya, terutama saat sudah merah dan membengkak. Namun, ada satu area di wajah yang sangat berisiko jika kita memencet jerawatnya, yaitu area yang dikenal sebagai “segitiga kematian” atau danger triangle pada wajah. Area ini meliputi dahi bagian atas, hidung, dan sekitar bibir atas membentuk segitiga. Apa Itu Segitiga Kematian? Segitiga kematian merupakan istilah medis untuk daerah wajah yang darahnya langsung terhubung ke pembuluh darah dalam otak melalui vena vena tanpa katup. Vena vena ini mengalir ke sinus kavernosus, yaitu ruang vena di dasar otak yang dekat dengan otak dan saraf kranial. Karena tidak ada katup, infeksi dari kulit wajah bisa langsung menyebar ke otak. Itulah mengapa area ini disebut “segitiga kematian” bukan karena memencet jerawat akan langsung membunuh, tetapi karena infeksi serius bisa terjadi. Risiko Medis Memencet Jerawat Di Segitiga Kematian Infeksi Lokal Bisa Menjadi Parah Memencet jerawat bisa me...

Langkah Besar Untuk Mempelajari Iklim Global Dengan Ikut Gabung "Indonesia Dan Coalition To Grow Carbon Markets"

 


Pada Januari tahun ini Indonesia melalui Kementerian Kehutanan Republik Indonesia secara resmi bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets, sebuah koalisi internasional yang dibentuk oleh beberapa pemerintah dunia untuk memperkuat pasar karbon global dengan standardisasi dan transparansi tinggi. Langkah ini diumumkan dalam pertemuan di London, Inggris setelah dialog strategis antara pejabat Indonesia dan Inggris sebagai bagian dari upaya kolaborasi iklim bilateral. 

Apa Itu Coalition to Grow Carbon Markets?

The Coalition to Grow Carbon Markets adalah koalisi pemerintah pemerintah ambisius yang bekerja bersama untuk adanya :

Mempercepat perkembangan pasar karbon berintegritas tinggi (kualitas tinggi dan transparan).

Menyusun Shared Principles (Prinsip Bersama) mengenai penggunaan kredit karbon oleh dunia usaha sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi perusahaan.

Meningkatkan investasi sektor swasta melalui kepastian aturan dan insentif untuk membeli dan menggunakan kredit karbon dalam aksi iklim.

Menutup kesenjangan pembiayaan iklim global dengan membuka aliran modal dari sektor bisnis ke proyek proyek berbasis alam yang nyata. 

Koalisi ini diluncurkan pada London Climate Action Week tahun kemarin dan dipimpin bersama oleh Kenya, Singapura, dan Inggris. Sejumlah negara lain bergabung atau mendukung prinsip-prinsip yang sama (termasuk anggota Uni Eropa, Swiss, Panama, dan lainnya). 

Mengapa Indonesia Bergabung?

Representasi Solusi Iklim Berbasis Alam

Indonesia merupakan negara dengan hutan tropis terbesar ketiga dunia, ekosistem mangrove yang luas, dan lahan gambut signifikan, potensi besar untuk solusi berbasis alam (nature based solutions). Dengan bergabung, Indonesia membawa pengalaman nyata dalam konservasi dan restorasi hutan serta implementasi pasar karbon domestik ke panggung global. 

Mendorong Pembiayaan Iklim Global

Koalisi ini fokus pada menciptakan insentif kuat bagi perusahaan internasional untuk menginvestasikan modal mereka pada kredit karbon berkualitas, yang pada gilirannya meningkatkan pembiayaan iklim global dan mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon. 

Meningkatkan Standar Dan Permintaan Kredit Karbon

Keikutsertaan Indonesia diharapkan dapat untuk :

Meningkatkan standar transparansi dan kepercayaan pasar karbon.

Memperbesar permintaan kredit karbon berintegritas tinggi di sektor swasta.

Mendorong implementasi kebijakan nasional yang selaras dengan pasar global. 

Kolaborasi Global Dan Pertumbuhan Hijau

Indonesia bergabung bersama pemerintah lain yang berpandangan serupa untuk mendorong investasi dalam proyek-proyek mitigasi iklim yang juga memiliki dampak sosial dan ekonomi positif bagi masyarakat lokal dan global. 

Kontribusi Indonesia terhadap Solusi Iklim

Penguatan Pasar Karbon dan Perdagangan Karbon Internasional. Indonesia sudah memulai berbagai inisiatif pasar karbon, termasuk meliputi :

Sistem perdagangan karbon domestik yang berkembang, terintegrasi dengan standar internasional.

Peluncuran skema perdagangan karbon internasional berbasis teknologi di bawah Paris Agreement pada COP30 yang bertujuan menghubungkan Indonesia dengan pasar global. 

Pendekatan High Integrity Carbon Credits

Koalisi serta Indonesia menekankan pentingnya kredit karbon yang biasanya :

Transparan.

Akurat.

Konsisten.

Lengkap, dan

Dapat dibandingkan (TACCC principles).

Hal ini merupakan kunci untuk memberikan kepercayaan bagi perusahaan yang ingin memasukkan kredit karbon ke dalam strategi dekarbonisasi mereka. 

Solusi Berbasis Alam (Nature Based Solutions)

Solusi iklim berbasis alam seperti konservasi hutan, restorasi gambut, dan lahan basah. Merupakan fokus utama Indonesia, karena mampu menyerap emisi secara alami sekaligus mendukung keanekaragaman hayati dan mata pencaharian masyarakat lokal. Kementerian Kelautan dan Perikanan

Mengapa Ini Penting Untuk Masa Depan Iklim?

Bergabungnya Indonesia dalam koalisi ini dapat dilihat sebagai bagian dari strategi iklim yang lebih luas, yang melibatkan sebagai :

Koordinasi kebijakan antarnegara dan sektor bisnis.

Akses modal swasta untuk aksi iklim yang lebih besar.

Perbaikan kualitas pasar karbon secara global.

Peningkatan peran negara berkembang dalam penetapan aturan pasar karbon. Upaya seperti ini sangat penting karena dunia masih jauh dari target iklim yang disepakati dalam Perjanjian Paris. Pasar karbon yang kuat dan integritas tinggi bisa menjadi instrumen untuk memfasilitasi pengurangan emisi yang lebih cepat dan membantu negara negara memenuhi komitmen iklim mereka. 

Keikutsertaan Indonesia dalam The Coalition to Grow Carbon Markets merupakan langkah strategis dalam hal :

Mengintegrasikan pasar karbon Indonesia dengan standar global.

Memperluas peluang pembiayaan iklim.

Memperkuat aksi iklim berbasis alam.

Meningkatkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta di tingkat internasional. 

Langkah ini tidak hanya membuka peluang ekonomi baru melalui pasar karbon, tetapi juga membawa potensi besar dalam mempercepat solusi iklim yang adil, transparan, dan berkelanjutan untuk generasi sekarang dan mendatang.


Komentar

Postingan Populer

Siapakah Merajai ASEAN Dalam Persaingan Penjualan Mobil "Persaingan Kedua Negara Memanas Dalam Market Penjualan, Kalau Bukan Indonesia Dan Malaysia"

Respon Dari Perbincangan Pramono Dengan Presiden Indonesia "Wacana Tim Khusus Penanganan Banjir, Menurut Pramono"

Harapan Dan Impian Untuk Kota Gaza "Dari Puing Ke Gedung Pencakar Langit Oleh Amerika Serikat"

Menekankan Keputusan Dan Sikap "Menteri ESDM Yang Menilai Target Lifting 1,6 juta Barel Tidak Realistis, Sementara Angka 800 sampai 900 Ribu Barel Kemungkinan Masih Bisa Target Lifting"

Rekomendasi Dari Para Ahli "Memiliki Kulit Glowing Alami Keinginan Kita Semua, Tapi Kita Harus Pahami Dahulu Makanan Yang Konsumsi Apa"

Peringatan Untuk Menkes Soal Kegemukan "Sering Diabaikan Bisa Risiko Fatal, Untuk Tujuan Hidup Sehat"

Janji Dan Mimpi Dalam Perjuangan "Ditengah Krisis Tantangan Global, Dalam Janji Kemerdekaan"